dalam terang aku berdoa, dalam hening aku meminta, waktu ke waktu aku pasrah tanpa tindakan
kian diam kian menjadikan aku budaknya, satu waktu aku bangkit untuk memperjuangkan diri ini dengan hati seindah mungkin dengan ketenangannya, ya aku mampu bangkit untuk diriku sendiri dan aku bebas dengan sendirinya
dan kini aku bisa bebas sebebas burung terbang kemanapun hendak pergi ke tujuannya
tapi aku tak sendiri
ya aku memang tak sendiri, terbang dengan suara tawa yang lepas dan senyum yang manis
aku bahagia dengan temanku ini, aku tidak merasa budak, melainkan wanita mulia di matanya
aku tak ingin tinggalkan temanku ini
aku tak ingin ditinggalkan temanku ini
ku minta padamu tuhan, selalu dekatkan aku dengannya
May 28th 2012
Minggu, 27 Mei 2012
Jumat, 25 Mei 2012
aku bukanlah gadis kecil yang selalu menangis ketika ayah pergi untuk bekerja setiap harinya demi sebutir beras untuk keluarganya
aku menangis ketika merindukan ayah yang tidak bisa hadir karena kerendahan hatinya menerima keputusan yang dirasa mustahil akan didapatnya
mungkin sakit, mungkin sedih, dan pasti berat
kulit keriput, tulang membungkuk, senyum tulus darinya
membuatku berpikir ketidakadilan terasa
ini begitu terasa tidak adil buatku dan juga dirinya
bukan aku bersikap seperti anak yang tidak menghormati seseorang wanita tua yang telah melahirkan aku
tapi aku merasa wanita tua itu telah menganak tirikan ayahku
kekesalan ku kini tidak berujung pada cinta yang ku miliki untuk mereka
tidak berujung pada kebencian ku yang murka
aku bukanlah aku jika tanpa ayah
aku bukanlah aku jika tanpa ibu
aku bukan apa-apa tanpa kehadiran mereka
aku hanya berharap tumbuhnya aku menjadi wanita dewasa dengan selalu teriring doa dan cinta dari ibu dan ayah
May 25th 2012
Langganan:
Postingan (Atom)