Jumat, 25 Mei 2012

aku bukanlah gadis kecil yang selalu menangis ketika ayah pergi untuk bekerja setiap harinya demi sebutir beras untuk keluarganya aku menangis ketika merindukan ayah yang tidak bisa hadir karena kerendahan hatinya menerima keputusan yang dirasa mustahil akan didapatnya mungkin sakit, mungkin sedih, dan pasti berat kulit keriput, tulang membungkuk, senyum tulus darinya membuatku berpikir ketidakadilan terasa ini begitu terasa tidak adil buatku dan juga dirinya bukan aku bersikap seperti anak yang tidak menghormati seseorang wanita tua yang telah melahirkan aku tapi aku merasa wanita tua itu telah menganak tirikan ayahku kekesalan ku kini tidak berujung pada cinta yang ku miliki untuk mereka tidak berujung pada kebencian ku yang murka aku bukanlah aku jika tanpa ayah aku bukanlah aku jika tanpa ibu aku bukan apa-apa tanpa kehadiran mereka aku hanya berharap tumbuhnya aku menjadi wanita dewasa dengan selalu teriring doa dan cinta dari ibu dan ayah May 25th 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar